Rumah Bilah For Studio

Suasana Danau yang Asri dan Alami menjadi nilai lebih dalam desain Arsitektur. Pada kasus ini saya berusaha merancang sebuah studio desain yang berada di tepi Danau...

GREEN ARCHITECTURE

GREEN ARCHITECTURE dapat tercipta ketika kita mampu merancang sebuah bangunan yang memiliki tingkat efisiensi energi yang tinggi dan mampu memberikan kenyamanan untuk penghuninya.

Mengapa Anda Membutuhkan Arsitek

Ada 5 tahapan penting yang perlu diperhatikan ketika akan membuat sebuah bangunan, baik itu hunian, gedung perkantoran, hotel, dan lain sebagainya...

Macam-macam Pondasi

Terdapat beberapa jenis pondasi yang dapat digunakan dalam setiap pembangunan dari mulai yang tradisional sampai yang modern. Berikut merupakan beberapa jenis Pondasi yang beredar di dunia pembangunan : ...

Kamar Tidur Sehat

Posisi Kamar tidur pada sebuah hunian sangat mempengaruhi kenyamanan si penghuni dalam hunian tersebut. Diusahakan kamar tidur memiliki bukaan atau jendela pada dua sisi...

Sabtu, 31 Maret 2012

Rumah Bilah for studio GOEMILAR|architect


Suasana Danau yang Asri dan Alami menjadi nilai lebih dalam desain Arsitektur. Pada kasus ini saya berusaha merancang sebuah studio desain yang berada di tepi Danau. dimana studio ini kelak akan menampung orang-orang kreatif guna menciptakan hal baru yang unik dan inovatif.

Lantai dasar akan difungsikan sebagai tempat meeting dan bersantai bagi para karyawan studio dan/atau klien yang mendatangi studio tersebut secara langsung. Suasana sejuk yang coba di ekspose dengan penggunaan dinding kaca pada setiap sisi akan memberikan kesan kebebasan dalam berfikir menciptakan ide-ide baru. Sedangakan lantai atas (2) difungsikan sebagai studio, dimana aktifitas kreatif berjalan. Dengan membayangkan masa kecil kita yang begitu sangat kreatif. Bermain di Rumah Pohon dan menciptakan sebuah kreatifitas baru yang sangat menyenangkan. Dan disini coba saya usung kembali kenangan itu dengan mencitakan area pangguna sebagai studio walaupun ini bukan di atas pohon.

Dan berikut ini Video visualisasi 3d yang saya buat dengan menggunakan program 3d realtime yaitu Lumion3d.



Rumah Maleo - Partner with CASANI


Pada kesempatan kali ini saya persembahkan sebuah konsep tampak untuk hunian di lahan sempit yang membutuhkan kesan Modern, Clear dan simple.
Project ini saya kerjakan pada saat saya bekerja sebagai Junior Arsitek di Salah satu perusahaan Konstruksi (Kontraktor) di Daerah Bintaro sektor 9 yaitu PT. CASANI. Rumah Maleo, merupakan project pribadi General Manager PT. CASANI yang awalnya akan digunakan sendiri atau sebagai Mess Karyawan Perusahaan itu.
Lahan Garapan pada project ini bukanlah lahan Kosong, tapi sebelumnya berdiri perumahan standar dengan desain yang kurang cocok dengan karakter sang pemilik. Maka, untuk itu dilakukanlah Renovasi besar-besaran, dimulai dari pengolahan layout hingga pengolahan tampak bangunan.



Rumah ini berdiri di atas lahan sempit seluas 92 Meter persegi (8 m x 11,5 m) dengan kondisi lahan berada di area berderetan dengan tetangga. Sehingga dibutuhkan Penataan Layout yang baik.

Pada Perencanaan layout ruangan lantai 1, diusung sistem open space dengan meminimalisir pemakaian dinding masif. Sehingga ruangan akan terasa lebih luas meskipun lahan bangunan sangat sempit.


Sedangkan untuk lantai 2, diperuntukan sebagai zona private dimana penghuni rumah akan merasa nyaman ketika melakukan aktifitas pribadinya. dengan menempatkan 2 kamar tidur penghuni di area depan dan 1 kamar tidur pembantu di sampingnya.


Unttuk Pengolahan tampak bangunan, saya menggunakan kubical sistem, dimana bentuk-bentuk modern akan terasa kuat ketika kita mebuat garis garis siku pada tiap sudut muka.

Penggunaan Material Alami pada tampak bangunan akan memberikan kesan tropis namun masih terasa modern. Bentuk kotak pada fasade menjadi vocal point bangunan dengan bahan Kayu sintetis yang tahan terhadap cuaca. serta pewarnaan alami yang kuat akan memiliki citra clear.




Kamis, 26 Januari 2012

The Cross Human House

Nama Proyek : The Cross Human House
Pemilik : Deni
Alamat : Cibayawak, Pagelaran-Malingping,Lebak-Banten
Luas Lahan : 500 m2
Luas Bangunan : 185,33 m2

Sebuah Hunian yang akan menjadi tempat Usaha sendiri harusnya memiliki ciri khas dalam penataan Facade bangunan. Ini akan memberikan nilai lebih bagi keberlangsungan usaha tersebut. Kenyamanan Pelanggan ketika berkunjung ke tempat tersebut serta pelayanan yang baik dari Sang pemilik rumah dapat menumbuhkan rasa percaya Pelanggan sehingga tidak segan untuk kembali.

3d View The Cross Human House
Terlebih dalam Usaha Praktek Kedokteran yang selalu berhubungan dengan kesehatan. Dalam dunia kesehatan, Lambang Kesehatan sering diwakili oleh simbol Cross yang berasal dari Swiss yaitu The Red Cross atau Palang Merah. Ini menjadi simbol internasional dalam dunia kesehatan.

Pada Perencanaan Rumah Seorang Perawat yang ingin membuka Praktek sendiri, Kami mengusung tema The Cross Human House yang memiliki Pengertian bahwa tempat ini akan menjadi tujuan utama masyarakat ketika mereka membutuhkan pengobatan.

Hunian ini memiliki dua pintu masuk di bagian depan, dengan memisahkan antara fungsi private dan publik. untuk Entrance pertama, yang langsung menuju carport ruang tamu dan garasi diperuntukan bagi pemilik rumah serta tamu khusus yang bermaksud bertamu ke sang pemilik rumah. Sedangkan akses pintu ke dua diperuntukan bagi masyarakat yang hendak berobat.

Ruang dalam memiliki Area yang luas untuk kumpul keluarga, dengan tidak memberikan pemisah ruang untuk area Ruang Keluarga, Ruang Makan, Dapur Bersih, Mushola, Serta Taman. Hal ini dimaksudkan untukmemberikan kesan kebebasan pada pemilik dalam beraktivitas di dalam rumah. Dengan Taman di dalam ruangan, serta mushola yang terbuka akan menumbuhkan rasa syukur penghuni tarhadap rizki yang telah di berikan Allah. Dan hal ini bersifat religius.

Pada Facade, Kami menempatkan Simbol Cross sebagai identitas hunian yang memiliki arti kesehatan.
Detail Pemasangan Bata pada dinging pemisah garasi bagian dalam dengan taman, yang bertujuan untuk memaksimalkan penghawaan didalam garasi.
Partisi pada mushola menggunakan susunan papan dengan rongga agar ruangan tidak terlalu terbuka dan tidak terlalu tertutup






Kamis, 22 Desember 2011

Teknik Sketsa (Part III) Titik Hilang

Pada Postingan Sebelumnya, Kita telah mempelajari tentang Garis pada Bidang Gambar, dimana terdapat beberapa garis yang digunakan sebagai garis bantu dalam pembuatan prespektif, diantaranya Garis Horizon dan Garis tanah, Jika anda Lupa Lihat Lagi Pembahasan Sebelumnya tentang Teknik Sketsa (Part II) Garis.

Dan pada postingan kali ini, kami akan membahas tentang Titik Hilang. Apa sih titik hilang itu?

Pandangan mata manusia memiliki keterbatasan dalam melihat sebuah objek di kejauhan, sehingga objek tersebut akan mengecil dan bahkan tidak terlihat sama sekali jika diletakan semakin jauh dari kita. Demikian pula sebaliknya. Peristiwa tersebut merupakan unsur tiga dimensi pandangan manusia, dimana semakin jauh benda berada di depan kita, maka akan semakin kecil  benda itu terlihat. Dan itulah yang diartikan sebagai titik hilang pada gambar, dimana sebuah benda bisa terlihat tiga dimensi pada gambar jika benda itu berasal pada satu titik pusat yang kemudian semakin nampak di mata kita dan tergambarkanlah sebuah objek.

Dan Sekarang Kita coba telaah lebih lanjut beberapa gambar berikut ini, dimanakah titik hilang itu berada.

1. Koridor
Untuk menengetahui keberadaan sebuah titik hilang, kita dapat melihatnya pada sebuah koridor. dimana koridor ini akan membentuk sebuah titik pusat pada ujungnya.




2. Rel Kereta Api/Jalan
Mungkin hal ini sudah tidak asing lagi bagi anda, dimana ini adalah bayangan setiap anak atau mungkin guru TK ketika ditugaskan untuk menggambarkan sebuah pemandangan. Seorang anak akan menggambarkan sebuah gunung dan memiliki jalan yang sangat panjang di bawahnya hingga akhirnya mengecil pada kaki gunung tersebut. Hal ini menandakan bahwa sejak dulu kita sudah mengenal yang namanya titik hilang.

Coba perhatikan gambar berikut,






Kedua kasus tersebut merupakan teknik mencari perspektif satu titik hilang, tapi bagaimana dengan yang dua titik hilang dan lebih? Berikut ini beberapa kasus untuk dua titik hilang hingga tiga titik hilang.



Box merupakan bentuk yang sangat mudah untuk menentukan dimana tempat titik hilangnya. seperti pada gambar diatas.

"Selalu Ada Ujung pada setiap penglihatan kita, dan selalu ada akhir pada setiap perjalanan hidup Manusia" GOEMILAR|asep





Senin, 14 November 2011

Teknik Sketsa (Part II) - Garis

Pada Posting Sebelumnya, kita telah mempelajari tentang sketsa, bagaimana kita memulai membuat sketsa. Dan pada postingan kali ini, Kami akan menmberikan gambaran tentang teknik dasar sketsa yang dimulai dengan penganalan garis bantu dalam proses pembuatan sketsa.

Terdapat beberapa jenis garis bantu yang harus diperhatikan dalam proses pembuatan sketsa. Garis-garis tersebut merupakan garis khayal yang akan mempermudah kita dalam membuat gambar sketsa perspektif secara proporsional.


  1. GARIS HORIZON
Garis Horizon sering juga disebut garis cakrawala atau garis khayal merupakan jarak terjauh mata, dengan kata lain garis ini menjadi titik terjauh dalam sebuah gambar. Garis Horizon juga merupakan garis yang sejajar dengan pandangan mata, dimana garis ini berada pada titik nol dari mata dan menjadi titik acuan tinggi sebuah masa.

Untuk melihat posisi garis horizon dalam pandangan nyata mata manusia, kita bisa melihatnya ketika kita berdiri pada daerah yang lapang seperti pantai dan memandang ke atah laut lepas. Pada pandangan kita, akan terlihat sebuah garis akhir lautan yang bersentuhan langsung dengan langit. Tapi, pada dasarnya itu merupakan titik terjauh pandangan mata kita.


  1. GARIS TANAH
Garis tanah merupakan garis terdekat dengan mata manusia (pengamat). Dimana ukuran ukuran skalatis yang sebenarnya berada pada garis Tanah. Jarak antara Garis Tanah dengan garis Horizon sesuai dengan posisi si pengamat yaitu 165 cm atau 170 cm untuk pengamat yang berdiri, 80 - 100 cm untuk pengamat dengan posisi duduk dan seterusnya.

"Lihatlah ke Ujung Lautan itu, Meskipun Dunia ini tidak berujung. Tapi kemampuan mata manusia dalam memandang itu memiliki batasan. Seperti umur manusia di Bumi ini yang memiliki batas akhir" GOEMILAR|asep



Jumat, 30 September 2011

Traditional Modern "Japanesse"



"JAPANESSE" merupakan konsep yang di usung perancang dalam merancang bangunan ini. Bangunan ini merupakan bangunan tropis dengan mengusung konsep desain peralihan antara tradisional dan modern. merupakan kegemaran perancang dalam menerapkan detail-detail bangunan tradisional pada desainnya yang notabene memiliki bentukan modern. dapat diperhatkn secara seksama pada atap bangunan yang merupakan ciri khas dari atap-atap pada bangunan tradisional jepang. Selain itu pada pintu balkon, perancang menempatkan jenis pintu tatami, yang merupakan pintu khas jepang dengan profil kayu memanjang dan melintang.
 
Pada denah lantai 1 disediakan beberaa ruangan diantaranya :
  • Ruang Tamu
  • Ruang makan
  • dapur & pantri
  • KM/WC tamu
  • KM/WC dapur
  • Kamar Tidur Utama & KM/WC



Dan untuk lantai 2 terdiri dari :
  • Ruang duduk/Keluarga
  • 2 Buah Kamar Tidur Anak
  • Ruang baca
  • KM/WC anak
  • Balkon


Senin, 19 September 2011

Teknik Sketsa (Part I)



Sketsa merupakan langkah awal bagi setiap perancang dalam memulai menuangkan imajinasinya. Baik, Arsitek maupun Desainer, keduanya akan selalu memulai sebuah langkah menuangkan imajinasi melalui sketsa.

Seorang Zaha Hadid, seorang arsitek ternama Luar Negeri (berkebangsaan Turki) memiliki tipe pemikiran yang bebas, Ia lebih mengutamakan sketsa tangan dalam merancang sebuah desain, sehingga desain yang ia hasilkan memiliki keunikan tersendiri dan sulit untuk di tiru oleh orang lain.


Jika diperhatikan sketsa awal sang Zaha Hadid, nampaknya kita tidak akan mengetahui apa yang sedang ia gambarkan disini. Namun, kenyataannya hanya dengan sketsa seperti ini, Ia mampu menjadi Arsitek terkenal di Dunia.
Mari kita tinggalkan tentang Zaha Hadid, itu hanya sekedar intermezzo. Sekarang mari kita belajar sketsa, bukan cara sketsa zaha hadid tentunya, tapi kita akan belajar sketsa dengan aturan prespektif 3D, sehingga sketsa yang kita buat tidak hanya sekedar sketsa yang mampu di baca oleh Arsitek juga. tetapi bisa di nikmati juga oleh owner.
Jadi apa yang harus kita lakukan pertama kali untuk membuat sketsa?

1. Berimajinasi

Sebelum membuat coretan, pikirkanlah apa yang akan anda rancang. Berimajinasi, dapat dilakukan setiap manusia, namun jika berimajinasi 3D itu jarang bisa dilakukan oleh semua orang. Salah satu cara yang dapat kita laukan untuk mengolah imajinasi 3D seperti pada soal test psikotes 3D. Dengan menyediakan beberapa gambar kubus dengan beberapa gambar yang berpeda pada ketiga sisinya, kita diharuskan memutar otak untuk menentukan gambar seperti apa yang ada di sisi yang lainnya.
Maaf Gambarnya Buram

2. Tuangkan Imajinasi dengan coretan

Hal tersulit dalam berkarya itu adalah "Memulai". Terkadang kita sulit untuk menentukan titik awal atau coretan awal kita pada kertas. kita selalu berfikir bahwa jika imajinasi kita belum terkumpul sempurna maka kita belum mampu menuangkannya. Tapi sebenarnya, Coretan awal itulah yang menjadi cikal bakal sebuah desain. Dimana kita akan mampu membuat coretan kedua setelah coretan pertama itu.

kembali lagi pada Zaha Hadid. ia menuangkan imajinasi dengan cara memberikan coretan pada kertas, entah apa yang akan ia lakukan. tapi itulah awal dari karyanya selama ini.

"Dalam Kehidupan ini, segala sesuatu berawal dari tidak ada atau nol. Sebuah desain itu berawal dari Imajinasi (tidak ada) menjadi sebuah titik kemudian menjadi garis" by:GOEMILAR|asep

Teknik sketsa berlanjut ke Teknik Sketsa (Part II)


Senin, 11 Juli 2011

Elemen Bangunan Part 03 (Kolom)

Pada Posting Sebelumnya, Kami telah membahas tentang Pondasi dan Sloof  yang menjadi struktur dasar dari sebuah bangunan. Dan pada postingan kali ini kami akan membahas tentang Kolom yang merupakan Elemen utama berdirinya sebuah bangunan. Menurut Fungsinya, kolom terdiri dari 2 Jenis. Yaitu, Kolom Struktural dan Kolom Arsitektural.

1.   Kolom Struktural
Kolom Struktural merupakan kolom utama pada bangunan yang wajib ada dan menjadi unsur pengkaku  utama bangunan. Kolom Struktural terdiri dari 2 Jenis yaitu kolom Struktur Utama dan Kolom Struktur pengikat. 
  • Kolom Struktur Utama memiliki tinggkat kekuatan yang tinggi, karena kolom ini menjadi Elemen struktur utama pada bangunan. Kolom Struktur Utama biasanya berdiri diatas Pondasi yang merupakan penyalur gaya yang terjadi pada sebuah bangunan. Sehingga kolom struktur utama memiliki dimensi yang sangat besar sesuai dengan jarak antara kolom serta gaya yang akan bekerja dalam sistem tersebut. Berikut ini merupakan Contoh Jenis kolom terdiri dari kolom dengan bentuk kotak dan kolom berbentuk silinder.
Jenis-Jenis Kolom Struktur

  • Kolom Struktur Pengikat tidak memiliki daya tahan yang tinggi terhadap gaya. Kolom pengikat memiliki dimensi kecil karena hanya berfungsi sebagai pengikat dinding bangunan. Kolom Pengikat ini sering disebut Kolom Praktis dan biasanya memiliki dimensi Selimtu (15 x 15) cm dengan dimensi cincin tulangan (13 x 13) cm. Kolom Praktis ini biasanya berupa Beton bertulang dengan tulangan Ǿ 10 mm dan cincin Ǿ 6 mm dengan jarak antara cincin  150 mm seperti pada gambar berikut.
Kolom Praktis

2.       Kolom Arsitektural
Kolom Arsitektural merupakan kolom pada bangunan yang berfungsi sebagai olahan fasade atau interior. Kolom Arsitektural biasanya sering digunakan pada bangunan type Clasic, kolom ini dipasang pada samping jendela atau bukaan dinding yang berfungsi sebagai frame. 
Kolom Arsitektural Sebagai Frame

Selain sebagai fungsi estetika kolom Arsitektural juga dapat berupa kolom struktur, Namun yang membedakan adalah posisi kolom tersebut yang berada pada area sirkulasi sehingga mengharuskan kolom tersebut di olah seindah mungkin.
Kolom Arsitektural dengan fungsi Struktur

Selasa, 07 Juni 2011

Elemen Bangunan Part 02 (Sloof)

Pada posting sebelumnya, kami membahas tentang Pondasi yang merupakan elemen awal dalam pelaksanaan pembangunan. Setelah pondasi telah selesai dikerjakan baik di pasang maupun di pancang, selanjutnya akan dilakukan pembuatan pengikat antara pondasi tersebut yaitu Sloof.

Ada beberapa pengertian tentang Sloof dari mulai pengikat, penahan, serta pengkaku, itu semua memanglah fungsi dari sloof. Namun dari salah satu buku menjelaskan bahwa Sloof itu adalah struktur bangunan yang berada di atas pondasi. Namun, jika begitu pengertiannya bagaimana nasibnya dengan sloof gantung?

Ada dua jenis sloof berdasarkan sistem penempatannya yaitu sloof dan sloof gantung. Sloof merupakan struktur bangunan yang berada di atas pondasi dan Sloof gantung adalah struktur bangunan yang berfungsi sebagai pengikat antar pondasi.


Sloof
Sloof Gantung


Rabu, 01 Juni 2011

GREEN ARCHITECTURE

Isu Global warming telah menyebabkan beberapa Bidang profesi melakukan perubahan dalam setiap pembuatan produk-nya. Mulai dari produk kecil atau barang elektronik hingga barang yang besar sekalipun.
Dalam hal ini kami mencoba menerapkan konsep GREEN ARCHITECTURE dalam setiap project-nya. Bukan bagian dari peristiwa "latah" yang selama ini gencar dibicarakan dalam imfotainment. Namun, ini lebih pada kepedulian kami dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Dengan konsep Green Architecture kami harap kami dapat menjadi salah satu konsultan yang mampu memberikan inspirasi bagi masyarakat.

Konsep Bangunan yang kami usung dalam perencanaan ini ialah menciptakan lingkungan baru dalam sebuah lingkungan. Ketika kami membangun sebuah hunian atau bangunan, itu artinya kami telah menghilangkan lahan hijau seluas bangunan itu. maka untuk itu, kami mengembalikan penghijauan yang telah hilang dengan menerapkannya pada bangunan.

Namun, bukan itu sebenarnya konsep GREEN ARCHITECTURE yang sebenarnya.

GREEN ARCHITECTURE dapat tercipta ketika kita mampu merancang sebuah bangunan yang memiliki tingkat efisiensi energi yang tinggi dan mampu memberikan kenyamanan untuk penghuninya. Efisiensi ini dapat tercipta dari efisiensi energi buatan dan memaksimalkan energi alami lingkungan. Seperti menerapkan banyaknya bukaan untuk memaksimalkan energi matahari dan udara alami. dan mengurangi pemakaian material yang berbahan kimia tinggi serta dapat membahayakan lingkungan.