Rumah Bilah For Studio

Suasana Danau yang Asri dan Alami menjadi nilai lebih dalam desain Arsitektur. Pada kasus ini saya berusaha merancang sebuah studio desain yang berada di tepi Danau...

GREEN ARCHITECTURE

GREEN ARCHITECTURE dapat tercipta ketika kita mampu merancang sebuah bangunan yang memiliki tingkat efisiensi energi yang tinggi dan mampu memberikan kenyamanan untuk penghuninya.

Mengapa Anda Membutuhkan Arsitek

Ada 5 tahapan penting yang perlu diperhatikan ketika akan membuat sebuah bangunan, baik itu hunian, gedung perkantoran, hotel, dan lain sebagainya...

Macam-macam Pondasi

Terdapat beberapa jenis pondasi yang dapat digunakan dalam setiap pembangunan dari mulai yang tradisional sampai yang modern. Berikut merupakan beberapa jenis Pondasi yang beredar di dunia pembangunan : ...

Kamar Tidur Sehat

Posisi Kamar tidur pada sebuah hunian sangat mempengaruhi kenyamanan si penghuni dalam hunian tersebut. Diusahakan kamar tidur memiliki bukaan atau jendela pada dua sisi...

Jumat, 30 September 2011

Traditional Modern "Japanesse"



"JAPANESSE" merupakan konsep yang di usung perancang dalam merancang bangunan ini. Bangunan ini merupakan bangunan tropis dengan mengusung konsep desain peralihan antara tradisional dan modern. merupakan kegemaran perancang dalam menerapkan detail-detail bangunan tradisional pada desainnya yang notabene memiliki bentukan modern. dapat diperhatkn secara seksama pada atap bangunan yang merupakan ciri khas dari atap-atap pada bangunan tradisional jepang. Selain itu pada pintu balkon, perancang menempatkan jenis pintu tatami, yang merupakan pintu khas jepang dengan profil kayu memanjang dan melintang.
 
Pada denah lantai 1 disediakan beberaa ruangan diantaranya :
  • Ruang Tamu
  • Ruang makan
  • dapur & pantri
  • KM/WC tamu
  • KM/WC dapur
  • Kamar Tidur Utama & KM/WC



Dan untuk lantai 2 terdiri dari :
  • Ruang duduk/Keluarga
  • 2 Buah Kamar Tidur Anak
  • Ruang baca
  • KM/WC anak
  • Balkon


Senin, 19 September 2011

Teknik Sketsa (Part I)



Sketsa merupakan langkah awal bagi setiap perancang dalam memulai menuangkan imajinasinya. Baik, Arsitek maupun Desainer, keduanya akan selalu memulai sebuah langkah menuangkan imajinasi melalui sketsa.

Seorang Zaha Hadid, seorang arsitek ternama Luar Negeri (berkebangsaan Turki) memiliki tipe pemikiran yang bebas, Ia lebih mengutamakan sketsa tangan dalam merancang sebuah desain, sehingga desain yang ia hasilkan memiliki keunikan tersendiri dan sulit untuk di tiru oleh orang lain.


Jika diperhatikan sketsa awal sang Zaha Hadid, nampaknya kita tidak akan mengetahui apa yang sedang ia gambarkan disini. Namun, kenyataannya hanya dengan sketsa seperti ini, Ia mampu menjadi Arsitek terkenal di Dunia.
Mari kita tinggalkan tentang Zaha Hadid, itu hanya sekedar intermezzo. Sekarang mari kita belajar sketsa, bukan cara sketsa zaha hadid tentunya, tapi kita akan belajar sketsa dengan aturan prespektif 3D, sehingga sketsa yang kita buat tidak hanya sekedar sketsa yang mampu di baca oleh Arsitek juga. tetapi bisa di nikmati juga oleh owner.
Jadi apa yang harus kita lakukan pertama kali untuk membuat sketsa?

1. Berimajinasi

Sebelum membuat coretan, pikirkanlah apa yang akan anda rancang. Berimajinasi, dapat dilakukan setiap manusia, namun jika berimajinasi 3D itu jarang bisa dilakukan oleh semua orang. Salah satu cara yang dapat kita laukan untuk mengolah imajinasi 3D seperti pada soal test psikotes 3D. Dengan menyediakan beberapa gambar kubus dengan beberapa gambar yang berpeda pada ketiga sisinya, kita diharuskan memutar otak untuk menentukan gambar seperti apa yang ada di sisi yang lainnya.
Maaf Gambarnya Buram

2. Tuangkan Imajinasi dengan coretan

Hal tersulit dalam berkarya itu adalah "Memulai". Terkadang kita sulit untuk menentukan titik awal atau coretan awal kita pada kertas. kita selalu berfikir bahwa jika imajinasi kita belum terkumpul sempurna maka kita belum mampu menuangkannya. Tapi sebenarnya, Coretan awal itulah yang menjadi cikal bakal sebuah desain. Dimana kita akan mampu membuat coretan kedua setelah coretan pertama itu.

kembali lagi pada Zaha Hadid. ia menuangkan imajinasi dengan cara memberikan coretan pada kertas, entah apa yang akan ia lakukan. tapi itulah awal dari karyanya selama ini.

"Dalam Kehidupan ini, segala sesuatu berawal dari tidak ada atau nol. Sebuah desain itu berawal dari Imajinasi (tidak ada) menjadi sebuah titik kemudian menjadi garis" by:GOEMILAR|asep

Teknik sketsa berlanjut ke Teknik Sketsa (Part II)